19 August 2016

# Virals

Wacana Harga Rokok Naik dan Popularitas Vapor

Pasti kamu kini sudah mendengar soal rencana pemerintah yang akan menaikan harga rokok Rp 50 ribu per bungkus. Namanya juga berencana, jadi sebenarnya belum ditentukan secara pasti kapan harga tersebut akan diberlakukan. Lalu apa pendapat kamu soal rencana kenaikan harga rokok tersebut? Untuk kamu yang bukan perokok tentunya sangat setuju dengan rencana ini, tapi untuk kamu yang merokok. Hmmm, rasanya akan berusaha mati-matian supaya harga rokok tetap normal, kan?

Konspirasi Gaya Hidup
Salah satu tren yang berkembang di kalangan anak muda adalah Vaping, atau merokok dengan vaporizer. Konspirasi ini mungkin cocok bila saling dikaitkan. Mungkin pemerintah ingin para perokok beralih ke vaporizer, supaya lebih eksis. Hahahaha.. 
Anyway,Tren vaping yang sedang hits akhir-akhir ini merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut tren merokok dengan memakai rokok elektrik. Karena terlalu populernya Vaping atau rokok elektronik ini, sekarang sampai sudah ada loh komunitas khusus yang berisi orang-orang pengguna rokok elektrik.
Nama Vaping sendiri berasal dari kata Vapor yang berarti uap. Memang cara kerja rokok elektrik sendiri adalah mengubah cairan menjadi uap yang menyerupai asap seperti sedang merokok. Meskipun menuai pro dan kontra, namun vaping semakin menyebar dan kian disukai oleh masyarakat karena vaping sendiri disebut-sebut sebagai alternatif merokok yang lebih sehat.


Sekilas Tips Memilih Vaporizer
Vaporizer dikenal telah mengalami perkembangan yang sangat jauh dari rokok elektrik yang kita kenal pada awal mula booming di Indonesia, sekitar tahun 2008-2010. Inti dari Personal Vaporizer adalah alat dimana cairan e-liquid khusus dirubah menjadi uap yang dapat dihirup, menimbulkan efek seolah-olah kita sedang merokok. Kandungan umum dalam e-liquid adalah Vegetable Glycerin (VG), Propylene Glycol (PG), dan Essence. Semua bahan yang digunakan dalam merk e-liquid ternama adalah food grade. Namun kalian harus berhati-hati saat memilih e-liquid, terutama yang merknya kurang ternama, karena bisa jadi menggunakan bahan-bahan berkualitas jelek, bukan food grade, bahkan telah dicampur dengan bahan lain yang kemungkinan besar dapat berbahaya. Jadi belilah e-liquid di toko yang terpercaya. Jangan tergiur dengan harga yang murah.