Pentingnya 'Hak Waris' Akun Sosial Media


Femz, Sosial media sudah menjadi kebutuhan dasar bagi semua anggota masyarakat modern. Semua orang dituntut untuk memiliki setidaknya satu buah akun untuk terus bisa saling bertukar berita, minimal email. Tidak seperti sepuluh tahun lalu dimana semua orang masih menganggap ini internet seperti barang mahal, sekarang bahkan kalangan menengah kebawah sudah biasa mengakses internet di kesehariannya.

Keseharian kita semakin terikat dengan akun sosial media yang aktif kita gunakan. Bertukar pesan, berbagi kabar dan perasaan, membagi foto dan video hingga berbagi dokumen penting semakin biasa kita lakukan. Bisa jadi, hampir seperempat umur kita akhirnya terisi dengan kebiasaan ini. Tentunya, kadar ketergantungan masing-masing orang bisa berbeda-beda.

Lalu, bagaimana jika suatu ketika kita tidak bisa mengakses akun sosial media karena sibuk, lupa, atau bahkan meninggal? Siapa yang akan mengurus segala postingan dan dokumen di dalamnya? Siapa yang akan menjamin foto dan status kita tidak disalah gunakan, atau followers kita yang ribuan itu dijual?


Pentingnya 'Ahli Waris'

Ahli waris yang kita maksud disini adalah pemegang kekuasaan sosial media pada saat kita tidak bisa lagi menjangkaunya. Memang ide menunjuk ahli waris bisa dikatakan terburu-buru karena siapa sih yang mau mati cepat? Well, better late than never. Terkadang kita tidak pernah tau situasi apa yang bisa menempatkan kita pada posisi yang tidak pernah kita bayangkan.

Ada banyak kasus orang yang menghilang, meninggal, terkena skandal, hingga kehilangan akses sosial media sampai semua informasi dan data pribadinya dengan mudah menyebar, atau disebarkan tanpa bisa dikendalikan. Mengapa tidak mencegahnya sejak awal selagi kita bisa lakukan. Seandainya si Ahli waris terlambat menutup akun kita, setidaknya masih ada yang bisa kita selamatkan.

Siapakah si 'Ahli Waris'

Menentukan ahli waris untuk akun sosial memang tidak mudah karena sumur hidup kita, sosial media adalah satu-satunya hal yang kita sebar sekaligus kita privat dalam waktu yang bersamaan. Semua status, foto, tulisan, video dan bahkan repost adalah bagian dari diri pribadi kita. Apakah ada cara untuk mewariskannya? Ya, tentu saja ada.

1. Mewariskannya langsung

Kita bisa selalu memberitahukan 'ahli waris' kita baik username dan password untuk dia simpan sewaktu-waktu jika kita membutuhkan atau menginginkannya untuk dihapus. Tindakan ini mungkin agak kurang bisa diterima, karena sangat dimungkinkna si 'ahli waris' menggunakan haknya bahkan ketika kita masih aktif menggunakan sosial media.

2. Mewariskannya secara tidak langsung

Kita bisa meninggalkan diary, email rahasia atau catatan yang sewaktu-waktu bisa dibaca oleh 'ahli waris' kita dan melakukan instruksi seperti yang dituliskan. Hal ini dirasa paling masuk akal, dan si 'ahli waris' kemungkinan akan bisa menyimpannya untuk dirinya sendiri.

3. Memusnahkan semuanya secara otomatis


Tidak ada pilihan ketika kita tidak bisa percaya pada seorangpun. Kita bisa melakukan usaha pemusnahan ini dengan mudah. Ada banyak software yang bisa digunakan untuk meusnahkan akun pada waktu tertentu. Atau kita juga bisa meanfaatkan settingan akun yang memungkinkan kita mengatur akun tersebut untuk nonaktif atau mati pada selang waktu tertentu. Kita bisa memanfaatkannya, terutama jika kita mnyimpan begitu banyak rahasia.

Apapun dan siapapun kita, internet bahkan bisa lebih tau siapa diri kita daripada kita sendiri. Banyak hal yang kita ingin hapus karena kita sesali atau kita kehendaki untuk melupakan namun muncul di laman pencarian. Ada baiknya kita pertimbangkan dengan matang apa yang ingin kita tulis dan ungkapkan, serta kita bagi agar tidak menyesal kemudian ya, Femz!
Diberdayakan oleh Blogger.