28 November 2017

# Social Media

Konten Positif : Sebuah Catatan Feminimalis untuk Blogger


Blogging buat gue adalah bagian dari hidup. Jauh sebelum gue kenal yang namanya friendster, facebook, twitter, dan beberapa aplikasi jejaring sosial yang kekinian, blog sudah jadi diary pribadi gue. Perjalanan blogging yang dimulai dari kesukaan menulis dan berbagi pengalaman ini emang warna-warni banget. Dari jaman warnet masih jarang dan mahal, sampe sekarang akses internet udah ada di gengaman semua orang. Such amazing journey of sharing, blogging buat gue nggak pernah ketinggalan jaman.

Apa sih asiknya ngeblog? Ketika ngeblog, gue bisa ceritain apapun yang gue mau. Gue bisa ngereview makanan, review kosmetik, cerita perjalanan, sinopsis film dan novel, bahkan curhatan diputusin sama pacar. Tapi kayaknya setelah ada sosial media dengan gaya tersendiri banyak orang males ya ngeblog. Mungkin karena repot harus atur tampilan, atau karena males baca cerita yang terlalu panjang. Kebanyakan kids jaman now lebih suka nulis sepatah dua patah di status sosial media. Well, kekinian.

Sebenarnya Tidak Sulit Menemukan Konten Bermanfaat

Semakin sedikit orang yang tertarik untuk ngeblog bukan berarti blog makin sepi. Ternyata dunia blog makin rame dengan orang-orang yang bener-bener punya interst di penulisan. Terbukti sampe sekarang banyak banget komunitas blogger tumbuh dan berkembang. Beberapa cukup produktif dengan berbagai kegiatan yang nggak cuma kumpul-kumpul aja. Mereka membuat pelatihan, bekerjasama dengan perusahaan untuk upselling brand, bahkan ada juga yang eksis banget mempromosikan beberapa campaign yang buat gue keren banget. Secara blogger sebagian besar mengerjakan semuanya sendiri, beda dengan web perusahaan yang dimanage sama beberapa karyawan.

Urusan konten positif, sebenarnya kebanyakan blog yang gue baca isinya justru positif. Beda banget sama status sosmed yang selalu bikin kontroversi, Blog dengan jumlah karakter yang banyak memungkinkan untuk melengkapi informasi, sehingga tidak ada konsep yang hilang. memang sih ada beberapa blog yang digunakan juga untuk menyebar hoax, tapi sejauh ini gue belum nemu sih yang parah banget. Pun blog penyebar hoax dan kebencian itu biasanya nggak viral, nggak ada yang baca karena niche nya nggak asik, nggak everlast. Jadi, menurut gue konten bermanfaat di blog itu gampang ditemui daripada di sosial media.

Fenomena Monetifikasi Blog yang Lagi Hype

Well, jangan salah. Blog gue ini juga ngehasilin duit dengan iklan yang kedap kedip di kanan, atas dan bawah. Monetisasai menjadi salah satu semangat blogger buat tetep update konten mereka. Berharap niche, pageview dan visitor bisa menarik pengiklan untuk nempelin banner di blog mereka, termasuk di blog gue juga. Banyak blogger newbie yang rela ngorbanin apa aja untuk dapetin adsense. Tapi sebenarnya monetifikasi bukan sebatas pada iklan yang anoying, pop up, dan clickbait. 

Monetifikasi blogger yang lebih tinggi ada pada content replacement. Penempatan konten dari pelanggan bisa memiliki harga jauh diatas bayaran iklan kelap-kelip yang mengganggu. Tapi kembali lagi, tergantung seberapa viral blog yang dibuat. Feminimalis sendiri hanya mendapat beberapa puluh ribu dari semua iklan yang dipasang tiap bulan. Namun untuk penempatan satu konten, gue bisa pasang harga ratusan ribu. Itupun gue nggak nulis artikelnya, cuma tinggal pasang aja. Such easy money, tapi tetep dipilih yang sesuai dengan interest.

Ngeblog itu Investasi

Banyak yang nggak tau kalo blog ini sebenernya udah ada dari tahun 2013. Emang baru aktif lagi tahun 2016 dan mulai eksis di tahun 2017. Sepanjang perjalanan ngeblog emang banyak banget ilmu yang didapet. buat gue, kemampuan ngeblog itu investasi. Gue berkaca sama blogger yang udah pada sukses. Kerja dari rumah, rutin update, rekening gemuk. Emang nggak semudah itu sebenernya, karena nggak tiap hari tawaran berdatangan buat blogger. Tapi nggak ada yang percuma kalau bidang itu masih dibutuhkan orang. Buat gue yang hampir sepuluh tahun nge blog, dari jaman alay sampe agak serius kayak sekarang, blog tetep dapet tempat tersendiri buat menjadikan diri lebih produktif dan bermanfaat.


8 comments:

Yelli Sustarina said...

Iya mbak, blog sangat menyenangkan. Aku buat blog tahun 2012, tapi baru aktif lagi di akhir tahun 2016, itu karena jumpa dengan komunitas blogger. Aku juga senang dikenal banyak orang melalui tulisan-tulisan di blog aku.

Pu Spa said...

aww.. kok cerita kita hampir mirip mba. aku juga termotivasi setelah ikut komunitas blogger. semoga kita selalu bisa menebar kebaikan di tiap tulisan ya, mba.

Murtiyarini, Arin said...

Saya justru di titik malas ngeblog setahun ini di saat semakin semarak dunia blog

Pu Spa said...

mbak arin perlu piknik mungkin biar fresh lagi. semangat mba, saya juga kalau jenuh melipir dulu, kalo mood udah bagus baru lanjut lagi.

Muthi Haura said...

Setuju mbk. Blog memang tempat menyenangkan. Blog tetap menjadi tempat profuktif, setuju banget mbk :))

Triani Retno said...

Tentang konten...sepakat banget. Sering pusing baca timeline medsos yang banyak drama, marah2, atau hoax. Mendingan blogwalking (secara random). Selalu nemu yang seru-seru di blog. :)

Pu Spa said...

banget-banget. selamat berkontribusi buat konten positif ya. semoga blog nya makin cetar!

Pu Spa said...

hehehe, iya bener banget. apalagi kalo lihar review liburan atau prouk, aduh kak.. kayak diajak baca semua post nya!

Post a Comment