Doktrin Perawan Tua yang Tidak Relevan Untuk Millennials!


Millennials mungkin tidak lagi paham definisi sebenarnya dari istilah perawan tua.

Definisi perawan tua sebenarnya adalah perempuan yang belum terjamah lelaki sampai lewat masa ideal pernikahan. Mudahnya, belum pernah coitus! Nah, batasan tua di sini juga relatif banget. Ada yang berpendapat rentang usia seseorang dianggap perawan tua adalah setelah usia 30. Tapi, bisa jadi batasan usia berbeda di beberapa tempat sesuai kultur adatnya.

Kok bisa disebut perawan tua?


Sebenarnya, banyak faktor yang menyebabkan seseorang menjadi perawan tua. Ada yang bilang karena penampilan, sikap atau perilaku, kekayaan, kesehatan, hingga faktor selektif atau teraalu memilih. Biasanya semakin lambat si wanita mendapatkan jodoh akan dianggap sebagai aib oleh keluarga. Dalam kasus yang sangat ekstrim, ada yang memutuskan untuk banting harga dengan menikahi duda, menjadi istri kedua atau seterusnya. 

Hidup di era bebas dan terbuka ternyata tidak menjamin millennials bisa lepas begitu saja dari stigma perawan tua. Masih banyak yang memberi label tersebut, meski bertentangan juga dengan idealisme untuk tidak menikah muda. Rentang idela pernikahan pada akhirnya hampir seragam, yaitu antara 20-30 tahun. Selebihnya stigma dan label kembali diterapkan. 


Emangnya bener masih perawan?


Apakah benar Millennials yang belum menikah juga belum pernah dijamah? Well, kenyataannya tidak selalu. Gaya pacaran anak jaman sekarang yang bebas bisa menjadi salah satu faktor bahwa label perawan musti kembali dipertanyakan. Bisa jadi si cewek single ini tidak ada perawan tua karena memang sudah tidak perawan. 

Salah satu Podcast yang saya dengar bahkan tanpa menikahpun si single ini memiliki kehidupan seks yang baik, dan bisa aktif melakukan coitus setidaknya beberapa kali seminggu. Ini artinya, pernikahan bukan menjadi salah satu hal yang menentukan, sekalipun di kalangan orang tua pernikahan masih menjadi budaya ketimuran yang dijunjung kesakralannya.

Lalu gimana biar nggak dikatain perawan tua?


Hal yang harus dipahami, jodoh adalah takdir. Kapan datang dan kapan pergi kita gabisa tentukan. Apalagi mulut orang yang bisanya cuma komentar. Kalo memang belum datang sampe usia 30an, bersikap tabah adalah satu-satunya jalan. Jika ada yang mengkritik sikap, tampilan, atau apapun yang berbau personal tangkaplah. Jika memang membangun kan kenapa tidak?

Selebihnya pahami kalau kita nggak akan bisa membungkam mulut semua orang. Setidaknya nikmati orang-orang baik di sekeliling, dan jangan habiskan waktu melempar batu pada tiap anjing yang menggonggong. Lebih baik kan nikmati suara-suara merdu, mengeksplorasi diri lebih dalam dan lebih jauh. Single kan nggak selalu berarti sendiri, ya kan?

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.