Sedihnya Majalah HAI Berhenti Cetak, Simak Hal Yang Bikin Kamu Bakal Kangen sama Majalah Legenda Ini!


Majalah HAI berhenti cetak per Juni 2017 dan berganti versi menjadhttp://hai.grid.id/
****

Berita duka kembali datang dari dunia penerbitan. Seiring dengan berkembangnya media digital, ketertarikan generasi millenials memang tidak lagi mengacu kepada media konfensional. Terbukti dari menurunnya daya beli terhadap media cetak yang  bertolak belakang kepada signifikannya pertambahan pengguna pada media digital. Diakui atau tidak, media cetak tidak lagi dapat mengikuti arus informasi yang dinamis, karena berbagai faktor. Sudah menjadi keniscayaan bahwa media digital akan semakin berkembang, berlari jauh meninggalkan industri media konvensional.


Bulan ini, majalah HAI akhirnya memutuskan menyerah untuk bertahan di industri media cetak. Mereka akhirnya memutuskan untuk berhenti cetak, karena toh terbukti bahwa memaksakan diri untuk terus bertahan di industri ini tidak menghasilkan profit seperti sepuluh tahun yang lalu. Menghilangnya majalah HAI dari rak majalah di toko buku mungkin tidak akan pernah kita sadari. Namun untuk generasi 90an, berita ini menjadi duka tersendiri. Mereka yang menikmati masa muda ditemani majalah favorit, sekarang tak lagi bisa merasakan hal yang sama. Mungkin, koleksi majalah yang masih tersimpan bisa menjadi kenang-kenangan manis sambil bernostalgia dengan cerita masa SMP atau SMA.

BAKAL KANGEN COVER STORY NYA
Kita selalu ingat gaya cover khas majalah HAI. Dari jauh sudah pasti model cover majalah HAI adalah artis atau tokoh yang lagi hits. Paling seru kalo cover majalahnya adalah artis cewek yang lagi dipuja oleh para pemuda se Indonesia Raya. Karena dulu internet masih mahal, sudah pasti hasil wawancara majalah HAI bisa memuaskan keingintahuan kita dengan sang artis pujaan.

BAKAL KANGEN BONUSNYA
Kadang dapet poster yang super keren, kadang dapet stiker kece, kadang dapet kalender. Udah pasti ini jadi pajangan wajib di kamar. Beberapa kali juga dapet sampel produk, mulai dari shampoo, sabun muka, sampai gel rambut. Satu hal yang nggak bisa didapat kalo kita baca media online adalah hadah langsungnya. Bisa jadi, pster hadiah dari majalah HAI masih terpajang manis di tembok kamarmu.

BAKAL INGET SENENGNYA MASUK MAJALAH
Majalah HAI suka banget nyari korban anak gaul buat dimasukkin di majalah edisi berikutnya. KAlo kamu cukup beruntung, kamu bisa nampang dan jad orang terkenal dalam waktu sekejap. Rasanya kamu bakal langsung melejit jadi orang paling gaul se-sekolahan, atau bahkan se-kota. Kebanyakan targetnya adalah anak yang terlihat gaul, asyik, dan eksis. Lumayan kan, habis dimuat di majalah, gebetan berdatangan. Nggak jarang juga lho yang kemudian beruntung  dan melejit jadi artis.

Wah banyak juga ya ternyata yang bakal kita kangenin dari versi cetaknya majalah HAI. Well, meskipun begitu, bukan berarti sejarah kejayaan majalah HAI berhenti sampai di sini. Kita masih bisa baca versi digitalnya yang jauh lebih update dari versi cetaknya. Meskipun rasanya tetep beda, mungkin nantinya kita bisa cerita kalo sebelum versi digital pernah ada, majalah HAI sudah pernah punya tempat istimewa di hati pemuda Indonesia. Simak yuk kesedihan para netizen tentang berita ini.




Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.