Waspada Apabila Terjebak Antara Kegelisahan dan Depresi


Salah satu masalah paling umum yang dimiliki orang adalah kecemasan dan depresi, keduanya adalah kondisi yang berbeda. 
Kita perlu tahu perbedaan antara keduanya. Mengenal perbedaan antara kecemasan (anxiety) dan depresi memang rumit. Walau para ahli telah menciptakan diagnosis spesifik untuk berbagai jenis kelainan, kenyataannya banyak kelainan yang masih cukup sulit untuk dibedakan terutama oleh orang awam.

Seseorang dapat dengan mudah memiliki kecemasan dan depresi, bahkan beberapa orang mungkin untuk mengalami gejala depresi sebagai akibat dari gangguan kecemasan mereka. Ini disebut kondisi "komorbid" bila kita menderita kedua kondisi tersebut secara bersamaan. Kesamaan Antara Kegelisahan dan Depresi Salah satu alasan mengapa keduanya memiliki banyak kesamaan adalah karena keduanya menyebabkan perubahan fungsi neurotransmiter - terutama serotonin. Tingkat serotonin rendah berperan dalam kecemasan dan depresi. 

Penanganan yang buruk dikombinasikan dengan gejala kecemasan yang intens biasanya dapat menyebabkan perasaan putus asa yang menciptakan gejala depresi, dan ketika dibiarkan tidak ada kemungkinan depresi menjadi lebih parah. Penting juga untuk dicatat bahwa baik kegelisahan dan depresi seringkali dianggap gejala alami, dan karena itu keduanya sering tidak mendapat perawatan yang memadai. Seseorang dengan depresi dan kegelisahan seringkali terjebak dan tenggelam dalam permasalahan yang mereka buat sendiri, dan pada akhirnya merusak mereka dari dalam.

Semua orang harus belajar untuk mulai mengenali diri sendiri. Hal ini adalah upaya paling mudah untuk mencegah gangguan kecemasan dan depresi. Berupaya mengalihkan pikiran negatif dapat dilakukan secara mandiri, dengan mencari pelarian yang positif, atau bahkan mencari pertolongan. Jika keluarga kurang peka atau tidak dapat hadir dalam sesi ini, sekarang banyak kelompok atau lembaga yang peduli terhadap kesehatan mental. Mengenali kebutuhan diri adalah yang terbaik, dan semakin kita waspada, maka kita bisa segera mendapatkan pertolongan. 



No comments:

Powered by Blogger.